![]() |
| Foto: financialblogonline.com |
Membangun manajemen keuangan keluarga yang baik merupakan salah satu faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan atau kesuksesan finansial keluarga, karena jika sebuah keluarga tidak mampu mengelola keuangan dengan baik (misalnya; boros atau pengeluaran selalu lebih besar dari pemasukan) tentu akan memunculkan berbagai masalah finansial di kemudian hari.
Berikut ini beberapa Tips Manajemen Keuangan Keluarga | Cara Mengatur Keuangan Keluarga | Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga:
1. Buatlah Daftar Perkiraan Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan Keluarga
Daftar perkiraan pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga sangat penting dan akan berfungsi sebagai guidelines atau acuan agar pengelolaan keuangan lebih efektif. So, catatlah semua pemasukan, misalnya pemasukan dari gaji dan bisnis atau usaha sampingan yang Anda miliki. Untuk pengeluaran, dahulukan mencatat daftar kebutuhan pokok (kebutuhan primer).
2. Buatlah Daftar Kebutuhan Keuangan Keluarga Secara Berjenjang
Dengan membuat daftar kebutuhan keluarga secara berjenjang, Anda dapat mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan penting, kebutuhan yang tidak terlalu penting atau bisa ditunda, dan kebutuhan hiburan (entertaint). Buatlah daftar kebutuhan sesuai kesepakatan bersama (suami dan istri).
3. Menyusun Jurnal Keuangan Keluarga Secara Rutin
Dilihat dari sisi finansial, anggaplah keluarga adalah sebuah perusahaan. Jika perusahaan memiliki jurnal keuangan yang baik maka perusahaan tersebut akan lebih disiplin karena semua pemasukan dan pengeluaran akan terpantau dari jurnal keuangan tersebut. Anda bisa menerapkan cara ini di keluarga, buatlah jurnal keuangan sederhana agar Anda memiliki data dan dapat memantaunya setiap saat.
4. Hindari Mental Konsumtif
Mental konsumtif merupakan salah satu masalah besar dalam pengelolaan keuangan keluarga, mental konsumtif kerap membuat seseorang berujung pada berbagai masalah keuangan, seperti dililit hutang atau dikejar-kejar debt collector.
5. Tumbuhkan Mental Gemar Menabung dan Berinvestasi
Berbeda dengan mental konsumtif, memiliki mental gemar menabung dan berinvestasi dapat membuka banyak kesempatan atau jalan menuju kesuksesan. Oleh karena itu, tumbuhkanlah mental gemar menabung dan berinvestasi di keluarga, agar kelak anak-anak Anda juga memiliki mental positif ini.
6. Alokasikan Keuangan untuk Kebutuhan Tak Terduga
Setiap bulan sebaiknya Anda menyisihkan pendapatan Anda untuk berbagai kebutuhan tak terduga. Hal ini penting, agar kondisi finansial Anda selalu siap dalam kondisi apapun.
7. Susun Rencana Jangka Panjang dan Siapkan Hari Tua
Menyusun rencana jangka panjang dan mempersiapkan hari tua kerap dilupakan oleh banyak orang, padahal jika Anda bisa menikmati hari tua dengan rasa nyaman dan bahagia tanpa beban finansial, tentu akan hari tua Anda akan lebih sempurna. Anda bisa mempersiapkan hari tua misalnya dengan mempersiapkan Asuransi Pensiun agar saat usia Anda senja, Anda tidak perlu memikirkan berbagai masalah finansial.
8. Suami dan Istri Harus Kompak dan Menyelaraskan Mindset Keuangan
Suami dan istri perlu kompak dalam keuangan keluarga. Satu sama lain harus meluangkan waktu untuk duduk bersama dan saling mengerti, kemudian diskusikan manajemen keuangan keluarga dengan cara pandang yang positif (tanpa mengedepankan ego).
Berikut ini beberapa Tips Manajemen Keuangan Keluarga | Cara Mengatur Keuangan Keluarga | Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga:
1. Buatlah Daftar Perkiraan Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan Keluarga
Daftar perkiraan pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga sangat penting dan akan berfungsi sebagai guidelines atau acuan agar pengelolaan keuangan lebih efektif. So, catatlah semua pemasukan, misalnya pemasukan dari gaji dan bisnis atau usaha sampingan yang Anda miliki. Untuk pengeluaran, dahulukan mencatat daftar kebutuhan pokok (kebutuhan primer).
2. Buatlah Daftar Kebutuhan Keuangan Keluarga Secara Berjenjang
Dengan membuat daftar kebutuhan keluarga secara berjenjang, Anda dapat mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan penting, kebutuhan yang tidak terlalu penting atau bisa ditunda, dan kebutuhan hiburan (entertaint). Buatlah daftar kebutuhan sesuai kesepakatan bersama (suami dan istri).
3. Menyusun Jurnal Keuangan Keluarga Secara Rutin
Dilihat dari sisi finansial, anggaplah keluarga adalah sebuah perusahaan. Jika perusahaan memiliki jurnal keuangan yang baik maka perusahaan tersebut akan lebih disiplin karena semua pemasukan dan pengeluaran akan terpantau dari jurnal keuangan tersebut. Anda bisa menerapkan cara ini di keluarga, buatlah jurnal keuangan sederhana agar Anda memiliki data dan dapat memantaunya setiap saat.
4. Hindari Mental Konsumtif
Mental konsumtif merupakan salah satu masalah besar dalam pengelolaan keuangan keluarga, mental konsumtif kerap membuat seseorang berujung pada berbagai masalah keuangan, seperti dililit hutang atau dikejar-kejar debt collector.
5. Tumbuhkan Mental Gemar Menabung dan Berinvestasi
Berbeda dengan mental konsumtif, memiliki mental gemar menabung dan berinvestasi dapat membuka banyak kesempatan atau jalan menuju kesuksesan. Oleh karena itu, tumbuhkanlah mental gemar menabung dan berinvestasi di keluarga, agar kelak anak-anak Anda juga memiliki mental positif ini.
6. Alokasikan Keuangan untuk Kebutuhan Tak Terduga
Setiap bulan sebaiknya Anda menyisihkan pendapatan Anda untuk berbagai kebutuhan tak terduga. Hal ini penting, agar kondisi finansial Anda selalu siap dalam kondisi apapun.
7. Susun Rencana Jangka Panjang dan Siapkan Hari Tua
Menyusun rencana jangka panjang dan mempersiapkan hari tua kerap dilupakan oleh banyak orang, padahal jika Anda bisa menikmati hari tua dengan rasa nyaman dan bahagia tanpa beban finansial, tentu akan hari tua Anda akan lebih sempurna. Anda bisa mempersiapkan hari tua misalnya dengan mempersiapkan Asuransi Pensiun agar saat usia Anda senja, Anda tidak perlu memikirkan berbagai masalah finansial.
8. Suami dan Istri Harus Kompak dan Menyelaraskan Mindset Keuangan
Suami dan istri perlu kompak dalam keuangan keluarga. Satu sama lain harus meluangkan waktu untuk duduk bersama dan saling mengerti, kemudian diskusikan manajemen keuangan keluarga dengan cara pandang yang positif (tanpa mengedepankan ego).
Oleh: Wahyu Munajat
(Referensi: Pengalaman anggota keluarga, sahabat dan berbagai sumber lainnya)
(Referensi: Pengalaman anggota keluarga, sahabat dan berbagai sumber lainnya)

{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment